Apa saja penyebab air cadangan radiator bertambah? Jumlah coolant atau air radiator pada kendaraan seharusnya berada dalam kondisi stabil. Oleh karena itu, apabila air cadangan radiator (reservoir tank) terlihat bertambah atau bahkan penuh, dapat disimpulkan bahwa terdapat permasalahan pada sistem pendingin mesin.
Saat Anda mendapati reservoir radiator terisi penuh, kondisi ini tidak boleh dianggap sepele. Reservoir yang penuh, terlebih jika disertai air radiator yang justru berkurang, menjadi tanda adanya ketidakseimbangan kerja pada sistem pendingin mesin kendaraan. Jika dibiarkan, kondisi ini berpotensi menyebabkan masalah yang lebih serius seperti mesin overheat.
Untuk mengetahui penyebab pastinya, diperlukan pemeriksaan menyeluruh pada sistem pendingin. Pemeriksaan air cadangan radiator yang bertambah atau penuh merupakan langkah penting untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Pada artikel ini akan dibahas berbagai penyebab air cadangan radiator bertambah beserta penjelasannya.

Ciri-Ciri Air Cadangan Radiator Bertambah Tidak Normal
Beberapa tanda yang menunjukkan air cadangan radiator bertambah secara tidak wajar antara lain:
- Volume air pada reservoir terus naik meskipun mesin dalam kondisi dingin
- Air reservoir sering meluap atau keluar melalui selang overflow
- Radiator sering berkurang airnya
- Mesin mudah panas atau suhu tidak stabil
- Muncul gelembung udara pada tabung cadangan saat mesin hidup
Penyebab Air Cadangan Radiator Bertambah
Apabila air cadangan radiator tiba-tiba bertambah dan penuh, beberapa penyebab berikut perlu diperhatikan:
1. Tutup Radiator Bermasalah
Salah satu penyebab utama air cadangan radiator bertambah adalah kerusakan pada tutup radiator. Tutup radiator memiliki peran penting dalam menjaga tekanan di dalam sistem pendingin mesin, termasuk di dalam radiator.
Jika tutup radiator tidak mampu menjaga tekanan sesuai standar, maka aliran coolant menjadi tidak normal. Salah satu dampaknya adalah air radiator terdorong kembali ke reservoir, sehingga air radiator berkurang sementara air cadangan menjadi penuh.
2. Vacuum Valve Rusak atau Bocor
Vacuum valve yang terdapat pada tutup radiator berfungsi untuk menghisap kembali air dari reservoir ke radiator saat suhu mesin menurun. Komponen ini berukuran kecil sehingga rentan mengalami kerusakan seperti patah, pecah, atau bahkan hilang.
Kerusakan pada vacuum valve menyebabkan tutup radiator tidak mampu menjaga keseimbangan tekanan. Akibatnya, saat tekanan berlebih terjadi, air akan terdorong ke reservoir dan membuat air cadangan penuh. Selain itu, air di reservoir tidak dapat kembali ke radiator, sehingga lama-kelamaan volume coolant berkurang dan mesin berisiko mengalami overheat.
3. Gasket Pressure Valve Rusak atau Bocor
Pressure valve pada tutup radiator berfungsi untuk mengalirkan air ke reservoir ketika tekanan di dalam radiator melebihi batas yang ditentukan oleh pegas pressure valve.
Jika gasket pressure valve mengalami kerusakan seperti sobek atau bocor, tekanan di dalam radiator akan mendorong air keluar melalui celah tersebut menuju reservoir. Hal ini menyebabkan air cadangan radiator bertambah dan reservoir terisi penuh.
4. Tekanan Pegas Pressure Valve Tidak Sesuai Standar
Selain kerusakan pada valve, air cadangan radiator bertambah juga dapat disebabkan oleh nilai tekanan pegas pressure valve yang tidak sesuai standar. Kondisi ini bisa terjadi akibat pegas yang sudah melemah atau penggunaan tutup radiator dengan nilai tekanan yang tidak sesuai spesifikasi pabrikan.
Sebagai contoh, kendaraan yang seharusnya menggunakan tutup radiator dengan tekanan 1.1 bar, tetapi justru menggunakan tutup dengan tekanan 0.9 bar. Akibatnya, pegas pressure valve tidak mampu menahan tekanan di dalam radiator, sehingga air terdorong keluar menuju reservoir dan menyebabkan air radiator berkurang.
Solusi untuk permasalahan ini adalah mengganti tutup radiator dengan spesifikasi tekanan yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan kendaraan.
5. Mesin Mengalami Overheat
Penyebab lain air cadangan radiator bertambah adalah mesin yang mengalami overheat atau panas berlebih. Kondisi ini sering ditandai dengan reservoir yang penuh sementara air radiator menyusut.
Saat mesin overheat, suhu dan tekanan dalam sistem pendingin meningkat secara signifikan. Hal ini menyebabkan pressure valve pada tutup radiator terus terbuka, sehingga air coolant terus mengalir ke reservoir hingga penuh dan volume air di radiator berkurang.
6. Water pump tidak bekerja maksimal
Water pump tidak bekerja maksimal, akibat impeller aus atau putaran pompa melemah. Sirkulasi coolant menjadi tidak lancar, panas sulit dilepas, dan tekanan dalam sistem meningkat sehingga mendorong air pendingin ke reservoir secara berlebihan.
7. Thermostat macet atau tidak membuka sempurna,
Thermostat macet atau tidak membuka sempurna, menghambat sirkulasi coolant dari mesin ke radiator. Panas terperangkap di dalam mesin sehingga tekanan meningkat dan mendorong coolant keluar ke tabung cadangan secara berlebihan. Thermostat yang membuka terlambat juga dapat menyebabkan fluktuasi suhu mesin yang tidak normal.
8. Radiator tersumbat atau kotor,
Radiator tersumbat atau kotor, akibat endapan karat, kerak mineral, atau lumpur, membuat aliran coolant tidak lancar. Hambatan aliran ini meningkatkan tekanan di dalam radiator sehingga air pendingin terdorong ke reservoir dan menyebabkan volumenya bertambah di luar batas normal.
9. Kipas radiator tidak bekerja optimal
Kipas radiator tidak bekerja optimal, baik karena motor kipas lemah, relay rusak, atau sensor suhu bermasalah. Pendinginan yang tidak maksimal menyebabkan suhu mesin cepat naik, coolant mengembang berlebihan, dan akhirnya mengalir ke tabung cadangan dalam jumlah besar.
10. Udara terjebak dalam sistem pendingin (angin palsu),
Udara terjebak dalam sistem pendingin (angin palsu), menyebabkan tekanan menjadi tidak stabil. Hal ini mengembang lebih cepat dibanding cairan saat mesin panas, sehingga mendorong coolant keluar menuju reservoir. Kondisi ini sering terjadi setelah penggantian coolant tanpa proses bleeding yang benar atau akibat kebocoran kecil pada selang.
Kesimpulan
Air cadangan radiator yang bertambah secara tidak normal merupakan indikasi adanya gangguan pada sistem pendingin mesin. Penyebabnya dapat berasal dari komponen sederhana seperti tutup radiator hingga kerusakan serius seperti packing head silinder. Dengan melakukan pemeriksaan dan perawatan secara rutin, masalah ini dapat dideteksi lebih awal sehingga kerusakan mesin yang lebih parah dapat dihindari.
Semoga ulasan ini bermanfaat dan menambah wawasan Anda mengenai sistem pendingin kendaraan.
Join the discussion