Pemeriksaan Sistem Pendingin: 7 Prosedur

Pemeriksaan sistem pendingin secara teratur sangat penting untuk menjaga kinerja mesin dan mencegah kerusakan yang lebih serius. Sistem pendingin sangat penting dalam menjaga suhu mesin dan mencegah overheat yang dapat merusak mesin.

Pemeriksaan sistem pendingin dapat dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari memeriksa level cairan pendingin, mengecek kondisi radiator, hingga memeriksa pompa air dan termostat. Pemeriksaan ini dapat dilakukan secara mandiri oleh pemilik kendaraan atau dengan bantuan ahli teknisi.

Meskipun pemeriksaan sistem pendingin terlihat sederhana, namun kegagalan dalam melakukan perawatan teratur dapat menyebabkan kerusakan yang serius pada mesin dan biaya perbaikan yang cukup besar. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan perawatan dan pemeriksaan terhadap sistem pendingin agar mesin tetap berfungsi dengan baik dan awet.

Pemeriksaan Sistem Pendingin

Pemeriksaan sistem pendingin adalah bagian penting dalam menjaga kinerja mesin kendaraan Anda. Namun, untuk melakukan pemeriksaan ini, Anda perlu mempersiapkan beberapa perlengkapan, seperti kotak alat, termometer, dan pengetes kebocoran. Selain itu, pastikan untuk mengikuti langkah-langkah berikut agar dapat melakukan pemeriksaan sistem pendingin dengan benar dan aman:

1. Pengecekan Kebocoran Radiator

Pemeriksaan pertama sistem pendingin yang perlu dilakukan adalah pengecekan kebocoran radiator. Sebelum memasang alat pengetes pada radiator, pastikan posisi dari lubang pengisian coolant. Jika tidak dapat dijangkau, maka perlu dipasang selang pembantu. Kemudian, pasang alat pengetes dan karet pada leher pengisi radiator.

Baca Juga:  Fungsi Oil Pan: 8 Peran Dan Ulasan

Untuk mengetahui kebocoran pada radiator, cukup pompa sampai 1,2 kg/cm2 (17,1 psi) dan periksa jika penekanan tidak turun. Jika penekanan turun, ada kemungkinan terdapat kebocoran pada mekanisme pendingin atau pada elemen mekanisme pendingin. Perlu diperiksa kebocoran pada aliran pendingin, radiator, dan pompa air. Jika tidak ditemukan kebocoran pada elemen tersebut, perlu diperiksa pada block dan kepala.

pemeriksaan sistem pendingin

2. Pengecekan Fungsi Tutup Radiator

Pengecekan selanjutnya adalah pengecekan fungsi tutup radiator. Bersihkan tutup radiator yang kotor dengan air sebelum melakukan pengecekan ini. Kemudian, pasang alat pengetes pada tutup radiator.

Salah satu pemeriksaan pada sistem pendingin adalah pengecekan fungsi tutup radiator. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  • Periksa kondisi beberapa bagian pada tutup radiator.
  • Bersihkan tutup radiator yang kotor dengan air.
  • Pasang alat pengetes pada tutup radiator. Pastikan leher pipa adaptor yang kedalamannya sesuai dengan tutup radiator.
  • Caranya cukup mudah yaitu dengan memompa radiator cap tester pada tutup radiator sampai katup pelepas mulai terbuka. Saat membuka katup pelepas, baca tekanan pada alat dan bandingkan dengan tekanan yang tercatat pada tutup. Jika tekanan untuk membuka katup pelepas lebih rendah atau lebih tinggi dari yang tercatat pada tutup radiator, maka tutup radiator harus diganti dengan yang baru.

Tekanan pembukaan standar tutup radiator:

0,75 – 1,05 kg/cm2 (10,7 – 14,9 psi)
Tekanan pembukaan minimal: 0,6 kg/cm2 (8,5 psi)

Baca Juga:  Fungsi Shockbreaker: 3 Peran, Komponen, Cara Kerja

Untuk pengecekan pada bagian tutup radiator maka dapat menggunakan pembacaan tekanan maksimal sebagai tekanan pembukaan. Jika tekanan pembukaan kurang dari minimal, maka tutup radiator perlu diganti.

pemeriksaan sistem pendingin

3. Pengecekan Fungsi Termostat

Pengecekan fungsi termostat harus dilakukan pada mesin yang masih dingin. Pasang termometer pada leher pengisi air radiator dan nyalakan mesin. Air pendingin seharusnya tidak menjadi panas ketika mesin baru dihidupkan. Air yang cepat panas ketika mesin baru dihidupkan menunjukkan bahwa termostat tidak terpasang atau terus terbuka walau suhu air belum mencapai 70-85 derajat Celcius. Termostat seharusnya mulai buka

Pemeriksaan sistem pendingin yang ketiga adalah pengecekan fungsi termostat. Pengecekan ini harus dilakukan saat mesin masih dingin.

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  • Pasang termometer atau pengukur suhu pada bagian leher pengisi air radiator.
  • Nyalakan mesin. Saat mesin baru hidup, air pendingin tidak harus menjadi panas. Apabila air langsung panas maka dapat diketahui terjadi disfungsi pada bagian termostat. Termostat seharusnya mulai terbuka setelah mesin hidup beberapa saat ketika suhu air pendingin naik hingga mencapai 70-85 C.

4. Pengecekan Volume Air Pendingin

Selain itu, pada pemeriksaan sistem pendingin, perlu diperhatikan jumlah air pendingin. Air pendingin di dalam radiator harus penuh dan di reservoir harus berada di antara level atas dan bawah.

pemeriksaan sistem pendingin

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  • Isi air pendingin pada radiator hingga minimum. Untuk konsep mudahnya maka air pendingin harus bisa menggenangi sirip-sirip dalam radiator.
  • Air pendingin pada reservoir harus sampai pada level maksimal (max). Pemeriksaan kondisi selang air dari leher pengisi air radiator sampai reservoir dan ikatannya perlu dilakukan. Selang yang renggang harus diganti dengan yang baru.
Baca Juga:  Kode 4pr Pada Ban: Arti Dan Penjelasan

5. Periksa kipas radiator

Pastikan kipas radiator berfungsi dengan baik dan tidak ada kerusakan pada kipas. Jika kipas tidak berfungsi dengan baik atau rusak, segera perbaiki atau ganti kipas radiator yang rusak.

6. Periksa pompa air

Periksa pompa air untuk memastikan tidak ada kebocoran atau kerusakan. Pastikan juga bahwa pompa air berfungsi dengan baik. Jika ditemukan kerusakan atau kebocoran pada pompa air, segera perbaiki atau ganti pompa air yang rusak.

7. Periksa selang pendingin

Pemeriksaan sistem pendingin yang terakhir yaitu selang pendingin untuk memastikan tidak ada kebocoran atau kerusakan pada selang. Pastikan juga bahwa selang terhubung dengan baik ke radiator dan pompa air.

Melakukan pemeriksaan sistem pendingin secara teratur dapat membantu menjaga kinerja mesin kendaraan dan mencegah kerusakan yang lebih serius pada mesin. Jika terdapat kerusakan atau kebocoran pada sistem pendingin, sebaiknya segera diperbaiki atau diganti untuk mencegah kerusakan yang lebih parah.

Diatas merupakan ulasan bagaimana cara pemeriksaan sistem pendingin. Semoga dapat menambah wawasan pengetahuan.