Bagaimana cara pemeriksaan poros propeller? Poros propeller merupakan salah satu komponen utama dalam sistem pemindah tenaga kendaraan, khususnya pada kendaraan dengan penggerak roda belakang atau sistem Front Engine Rear Drive (FR). Komponen ini berfungsi meneruskan tenaga putar dari transmisi menuju gardan agar dapat menggerakkan roda kendaraan. Mengingat perannya yang sangat vital, kondisi poros propeller harus selalu dalam keadaan baik agar kinerja kendaraan tetap optimal dan aman digunakan.
Dalam pengoperasiannya, poros propeller tidak hanya menerima beban putaran mesin, tetapi juga harus mampu menyesuaikan perubahan sudut dan panjang akibat pergerakan suspensi roda belakang. Kondisi jalan yang tidak rata menyebabkan poros roda belakang bergerak naik dan turun, sehingga poros propeller harus tetap bekerja secara fleksibel tanpa menimbulkan getaran atau gangguan pada sistem pemindah tenaga. Apabila poros propeller mengalami keausan, kebengkokan, atau kerusakan pada komponennya, maka akan berdampak langsung pada kenyamanan berkendara, performa kendaraan, hingga keselamatan pengemudi dan penumpang.
Kerusakan pada poros propeller sering ditandai dengan munculnya getaran berlebih pada bodi kendaraan, suara tidak normal saat kendaraan berjalan, serta keausan komponen pendukung seperti universal joint. Jika tidak segera ditangani, kerusakan tersebut dapat berkembang menjadi masalah yang lebih serius, seperti patahnya poros propeller atau lepasnya baut pengikat ke gardan. Kondisi ini tentu sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kecelakaan bahkan kebakaran, terutama pada kendaraan berat seperti truk dan bus.
Oleh karena itu, pemeriksaan poros propeller perlu dilakukan secara berkala sebagai bagian dari perawatan kendaraan. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan poros propeller tetap lurus, sambungan universal joint dalam kondisi baik, serta seluruh sistem pemindah tenaga bekerja dengan aman dan efisien. Dengan melakukan pemeriksaan yang tepat dan teratur, risiko kerusakan dapat diminimalkan, umur pakai komponen dapat diperpanjang, dan keselamatan berkendara dapat lebih terjamin.
Pengertian dan Fungsi Poros Propeller
Poros propeller atau propeller shaft adalah komponen mekanis yang berfungsi meneruskan putaran dari transmisi ke gardan (differential). Poros ini umumnya digunakan pada kendaraan dengan sistem penggerak roda belakang, seperti mobil FR, truk, dan bus tertentu.
Fungsi utama poros propeller antara lain:
-
Meneruskan tenaga putar dari transmisi ke gardan.
-
Menyesuaikan perubahan sudut akibat pergerakan suspensi roda belakang.
-
Menjaga kelancaran penyaluran tenaga agar kendaraan dapat berjalan dengan stabil dan nyaman.
Pemeriksaan Poros Propeller
Kerusakan pada poros propeller biasanya ditandai dengan munculnya getaran pada bodi kendaraan. Dampak terburuk dari kerusakan ini adalah baut pengikat poros propeller ke gardan dapat patah. Pernah terjadi kasus di jalanan ibu kota Jakarta, di mana sebuah truk mengalami kebakaran akibat poros propeller patah dan bergesekan dengan permukaan jalan hingga menimbulkan percikan api.
Perlu diketahui bahwa posisi tangki bahan bakar truk umumnya sangat dekat dengan poros propeller. Meskipun kejadian seperti ini jarang terjadi, kerusakan poros propeller tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut keselamatan pengemudi dan penumpang. Berikut pemeriksaan poros propeller yaitu:
1. Pemeriksaan Kebengkokan
Pemeriksaan kebengkokan bertujuan untuk mengetahui apakah poros propeller masih lurus dan layak digunakan. Langkah-langkahnya sebagai berikut:
-
Letakkan poros propeller di atas V-block dengan posisi seperti pada gambar.
-
Pasang dan setel dial indicator untuk mengukur kebengkokan pada bagian tengah poros propeller.
-
Putar poros propeller secara perlahan sambil mengamati pergerakan jarum dial indicator dengan teliti.
-
Hasil pengukuran tidak boleh melebihi 0,8 mm. Apabila hasilnya melebihi batas tersebut, maka poros propeller harus diganti.

2. Pemeriksaan Universal Joint
Pemeriksaan selanjutnya adalah mengecek kondisi universal joint, dengan langkah sebagai berikut:
-
Tarik dan dorong poros propeller ke arah maju dan mundur sambil menahan poros, seperti pada ilustrasi pemeriksaan.
-
Rasakan apakah terdapat pergerakan atau kelonggaran pada universal joint.
-
Jika terasa oblak atau terdapat celah antara universal joint dan poros propeller, hal tersebut menandakan bahwa bearing universal joint telah mengalami keausan atau kerusakan.
-
Solusi perbaikannya adalah membongkar universal joint dan mengganti bearing yang rusak. Proses pembongkaran memerlukan alat khusus berupa treker, agar komponen tidak rusak atau tergores.

Tanda-Tanda Kerusakan Poros Propeller
Beberapa gejala kerusakan poros propeller antara lain:
-
Getaran pada bodi kendaraan saat berjalan.
-
Timbul suara berisik atau dengungan dari bagian bawah kendaraan.
-
Kendaraan terasa tidak stabil pada kecepatan tertentu.
-
Baut pengikat poros propeller sering kendur atau rusak.
Dampak Kerusakan Poros Propeller
Kerusakan poros propeller yang tidak segera ditangani dapat menimbulkan dampak serius, seperti:
-
Patahnya poros propeller saat kendaraan berjalan.
-
Lepasnya baut pengikat ke gardan.
-
Timbulnya percikan api akibat gesekan poros propeller dengan jalan.
-
Risiko kebakaran, terutama pada kendaraan dengan tangki bahan bakar yang dekat dengan poros propeller.
Kesimpulan
Pemeriksaan poros propeller merupakan langkah penting dalam perawatan sistem pemindah tenaga kendaraan. Pemeriksaan ini meliputi pengecekan kebengkokan poros dan kondisi universal joint untuk memastikan poros propeller bekerja dengan baik dan aman. Dengan melakukan pemeriksaan secara rutin dan tepat, performa kendaraan dapat terjaga, kenyamanan berkendara meningkat, serta risiko kerusakan dan kecelakaan dapat diminimalkan.
Join the discussion