Gejala Knock Sensor Rusak: Ciri-Ciri, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

gejala knock sensor rusak

Apa saja gejala knock sensor yang rusak pada kendaraan? Pada kendaraan modern yang telah menggunakan sistem Electronic Fuel Injection (EFI), kinerja mesin tidak lagi hanya bergantung pada komponen mekanis, tetapi juga pada berbagai sensor elektronik. Salah satu sensor yang memiliki peran penting dalam menjaga performa dan keawetan mesin adalah knock sensor. Sensor ini berfungsi mendeteksi getaran tidak normal akibat pembakaran yang tidak sempurna atau detonasi di dalam ruang bakar.

Detonasi atau knocking terjadi ketika campuran udara dan bahan bakar terbakar tidak sesuai dengan waktu pengapian yang seharusnya. Kondisi ini dapat menimbulkan suara ketukan pada mesin dan, jika dibiarkan, berpotensi menyebabkan kerusakan serius pada komponen internal mesin seperti piston, klep, hingga dinding silinder. Untuk mencegah hal tersebut, knock sensor mengirimkan sinyal ke ECU (Engine Control Unit) agar waktu pengapian dapat disesuaikan secara otomatis.

Namun, seiring waktu dan pemakaian kendaraan, knock sensor juga dapat mengalami kerusakan. Ketika knock sensor tidak berfungsi dengan baik, ECU tidak mampu mendeteksi maupun mengoreksi terjadinya detonasi secara akurat. Akibatnya, performa mesin menurun, konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros, hingga muncul berbagai gejala yang mengganggu kenyamanan berkendara.

Oleh karena itu, memahami gejala knock sensor rusak menjadi hal yang sangat penting bagi pemilik kendaraan. Dengan mengenali tanda-tanda kerusakan sejak dini, tindakan perbaikan dapat segera dilakukan sebelum menimbulkan kerusakan mesin yang lebih parah. Artikel ini akan membahas secara lengkap berbagai gejala knock sensor rusak yang sering terjadi pada mobil, serta dampaknya terhadap kinerja mesin.

Baca Juga:  Cara Mengetahui IC Alternator Rusak: 7 Langkah

gejala knock sensor rusak

Gejala Knock Sensor Rusak

Knocking merupakan kondisi ketika campuran bahan bakar dan udara terbakar tidak pada waktu yang semestinya, sehingga menimbulkan ledakan tidak normal di dalam silinder. Jika kondisi ini dibiarkan, dapat menyebabkan kerusakan serius pada mesin.

Knock sensor bekerja dengan mendeteksi getaran akibat detonasi, lalu mengirimkan sinyal tegangan ke ECU (Engine Control Unit). ECU kemudian akan menyesuaikan waktu pengapian untuk mencegah terjadinya knocking lanjutan. Namun, seperti komponen elektronik lainnya, knock sensor juga dapat mengalami kerusakan. Saat knock sensor bermasalah, akan muncul berbagai gejala pada mesin kendaraan.

Berikut ini penjelasan lengkap mengenai gejala knock sensor rusak:

1. Lampu Check Engine Menyala

Gejala paling sering ditemui apabila knock sensor rusak adalah lampu check engine yang menyala di panel instrumen. Saat knock sensor rusak atau sinyalnya tidak terbaca oleh ECU, sistem akan mendeteksi adanya gangguan dan menyalakan lampu peringatan. Meskipun lampu check engine dapat menyala karena banyak faktor, knock sensor merupakan salah satu penyebab yang cukup umum.

2. Muncul Suara Mesin Kasar atau Ngelitik

Knock sensor yang tidak berfungsi atau rusak akan membuat gejala berupa ECU tidak mampu mengoreksi waktu pengapian. Akibatnya, detonasi pada ruang bakar tidak dapat dikendalikan dan menimbulkan suara kasar atau ngelitik dari mesin. Suara ini biasanya terdengar jelas saat mesin bekerja pada putaran menengah hingga tinggi atau saat akselerasi.

3. Performa Mesin Menurun

Kerusakan knock sensor menyebabkan ECU masuk ke mode pengaman (safe mode). Dalam kondisi ini, ECU akan menurunkan performa mesin untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Akibatnya, tenaga mesin terasa berkurang, tarikan menjadi berat, dan kendaraan tidak seoptimal biasanya.

Baca Juga:  Tangki PCX 160 Berapa Liter: Kapasitas Dan Ulasan

4. Akselerasi Menjadi Lambat

Saat pedal gas diinjak, respons mesin terasa lambat dan tidak spontan. Hal ini terjadi karena waktu pengapian diatur lebih mundur oleh ECU sebagai langkah pencegahan. Akselerasi yang buruk menjadi salah satu tanda kuat pada knock sensor rusak, terutama jika disertai gejala lainnya.

5. Konsumsi Bahan Bakar Lebih Boros

Waktu pengapian yang tidak ideal menyebabkan proses pembakaran tidak efisien. Dampaknya, konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros dibandingkan kondisi normal. Jika jarak tempuh kendaraan terasa semakin pendek tanpa perubahan gaya berkendara, kerusakan knock sensor patut dicurigai.

6. Mesin Sering Tersendat atau Tidak Stabil

Pada beberapa kasus, gejala knock sensor rusak dapat menyebabkan mesin terasa tersendat, terutama saat langsam atau saat kendaraan berjalan pelan. Putaran mesin bisa naik turun tidak stabil karena ECU menerima data yang tidak akurat dari sensor.

7. Risiko Kerusakan Mesin Jangka Panjang

Apabila kerusakan knock sensor dibiarkan terlalu lama, detonasi yang terus terjadi dapat merusak komponen internal mesin seperti piston, klep, dan dinding silinder.  Dalam kondisi parah, bahkan dapat menyebabkan mesin overheat dan mengalami kerusakan serius.

Penyebab Knock Sensor Mengalami Kerusakan

Sebelum membahas gejala, ada baiknya mengetahui beberapa penyebab umum knock sensor yang rusak, antara lain:

  • Usia pakai sensor yang sudah lama

  • Paparan panas mesin berlebih

  • Getaran mesin yang berlebihan

  • Kabel atau konektor knock sensor bermasalah

  • Korosi atau kotoran pada sensor

Baca Juga:  Ukuran Piston Kaze Standar: Diameter Dan Ulasan

Kerusakan pada salah satu bagian tersebut dapat membuat knock sensor tidak mampu bekerja secara optimal.

Cara Mengatasi Knock Sensor Rusak

Setelah mengenali gejala knock sensor rusak, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasinya:

1. Periksa Lampu Check Engine

Lampu check engine merupakan indikator utama adanya gangguan pada sistem mesin. Jika lampu ini menyala, segera lakukan pemeriksaan menggunakan alat scan ECU untuk mengetahui kode kerusakan yang muncul.
Meskipun terdapat banyak penyebab lampu check engine menyala, pemeriksaan ini penting untuk memastikan apakah masalah berasal dari knock sensor atau komponen lain.

2. Ganti Knock Sensor

Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan knock sensor tidak berfungsi dengan baik, solusi paling efektif adalah menggantinya dengan komponen baru. Knock sensor yang rusak dapat menyebabkan hilangnya tenaga mesin dan menurunkan kenyamanan berkendara. Penggantian knock sensor sebaiknya dilakukan sesegera mungkin agar performa mesin kembali optimal dan terhindar dari kerusakan lanjutan.

Kesimpulan

Knock sensor memiliki peran penting dalam menjaga kinerja dan keawetan mesin kendaraan. Gejala knock sensor rusak seperti lampu check engine menyala, suara mesin kasar, performa menurun, akselerasi lambat, dan konsumsi bahan bakar boros tidak boleh diabaikan.

Dengan mengenali gejala sejak dini, pemilik kendaraan dapat segera melakukan pemeriksaan dan perbaikan sehingga kerusakan mesin yang lebih parah dapat dihindari. Pemeriksaan menggunakan alat scan ECU dan penggantian knock sensor yang rusak merupakan solusi terbaik untuk mengembalikan performa mesin seperti semula.