Fungsi Komutator: 5 Peran, Konstruksi, Cara Kerja

Dalam dunia motor listrik, komutator adalah salah satu komponen kunci yang memainkan fungsi penting dalam menghubungkan, mengarahkan, dan membantu membalikkan arus listrik. Fungsi komutator yang tidak dapat diabaikan membuatnya menjadi elemen vital dalam sistem starter motor. Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan secara rinci tentang fungsi komutator dalam motor listrik dan bagaimana komutator berperan dalam menjalankan motor secara efisien.

fungsi komutator

Fungsi Komutator Pada Sistem Starter

Komutator pada sistem starter, khususnya pada motor listrik, memiliki beberapa fungsi penting. Berikut ini adalah beberapa fungsi utama komutator pada sistem starter:

1. Mengubah arah aliran arus

Komutator memiliki fungsi untuk mengubah arah aliran arus listrik pada motor. Dalam motor arus searah (DC), komutator memastikan bahwa arus mengalir melalui gulungan medan dan gulungan penggerak rotor dengan urutan yang tepat, sehingga menghasilkan putaran yang diinginkan pada motor.

2. Membalikkan arah gerakan motor

Dengan membalikkan arah aliran arus melalui komutator, arah gerakan motor juga dapat dibalik. Hal ini memungkinkan motor untuk beroperasi maju atau mundur, tergantung pada kebutuhan aplikasi.

3. Menyediakan hubungan listrik yang stabil

Komutator memiliki fungsi sebagai penghubung listrik antara sumber daya listrik (misalnya, baterai) dan gulungan penggerak motor. Dalam proses ini, komutator memastikan kontak yang stabil antara komponen-komponen tersebut, sehingga arus dapat mengalir dengan baik dan motor dapat beroperasi dengan efisien.

Baca Juga:  Jenis Jenis Rangka Sepeda Motor: 19 Macam & Ulasan

4. Menghindari kehilangan energi listrik

Komutator dirancang untuk meminimalkan kehilangan energi listrik akibat resistansi kontak. Kontak yang baik antara komutator dan sikatnya sangat penting agar energi listrik dapat ditransfer secara efisien ke rotor motor.

5. Memisahkan segmen-segmen gulungan

Komutator terdiri dari beberapa segmen yang terpisah oleh isolator. Segmen-segmen ini memisahkan gulungan-gulungan medan dan penggerak pada rotor. Dengan memisahkan gulungan-gulungan ini, komutator memungkinkan perpindahan arus yang teratur dan terorganisir saat rotor berputar.

Konstruksi Komutator

Komutator pada sistem starter motor terdiri dari beberapa bagian konstruksi yang penting. Berikut ini adalah komponen-komponen utama yang membentuk konstruksi komutator:

1. Segmen Komutator

Komutator terdiri dari serangkaian segmen logam yang terpisah satu sama lain oleh isolator. Jumlah segmen komutator biasanya sama dengan jumlah gulungan pada rotor motor. Setiap segmen terhubung dengan ujung gulungan rotor motor.

2. Ring Komutator

Segmen komutator terletak pada permukaan luar dari sebuah cincin logam yang disebut ring komutator. Ring komutator memiliki fungsi sebagai dasar atau kerangka komutator yang mendukung dan menjaga posisi segmen-segmen komutator.

3. Isolator

Isolator adalah bahan non-konduktif yang memisahkan segmen-segmen komutator satu sama lain. Biasanya, isolator terbuat dari bahan seperti mika atau serat kaca. Isolator ini sangat penting untuk mencegah hubungan listrik langsung antara segmen-segmen komutator yang berdekatan, sehingga memastikan aliran arus yang sesuai.

Baca Juga:  Rangkaian Sistem Pengapian Konvensional: Fungsi & Kerja

4. Sikat atau Brush

Sikat, juga dikenal sebagai brush, merupakan kontak yang bersentuhan dengan segmen-segmen komutator. Komponen ini terbuat dari bahan konduktif, seperti karbon atau grafit, yang memiliki sifat yang baik dalam menghantarkan listrik dan tahan terhadap panas dan gesekan. Sikat digunakan untuk menghubungkan komutator dengan sumber daya listrik, seperti baterai atau sistem pengisian.

5. Per Rotor

Komutator terpasang pada rotor motor, yang merupakan bagian dari motor listrik yang berputar. Setiap ujung gulungan rotor terhubung dengan segmen komutator melalui pengikat atau solder.

Cara Kerja Komutator

Cara kerja komutator pada sistem starter motor dapat dijelaskan dalam beberapa langkah sebagai berikut:

  1. Awalnya, saat sistem starter aktif, arus listrik dari sumber daya, seperti baterai, mengalir melalui sikat (brush) dan terhubung ke segmen komutator pertama.
  2. Arus listrik kemudian mengalir melalui segmen komutator yang terhubung dengan gulungan medan (field winding) motor. Gulungan medan menciptakan medan magnet yang stabil di sekitar rotor motor.
  3. Saat rotor motor mulai berputar, komutator juga berputar bersama rotor. Ketika segmen komutator pertama meninggalkan sikat, arus listrik terputus sejenak.
  4. Ketika segmen komutator pertama tidak lagi terhubung dengan sikat, segmen komutator berikutnya masuk ke posisi yang bersentuhan dengan sikat. Ini menghasilkan kontak listrik baru antara segmen komutator dan sikat, memungkinkan aliran arus listrik ke segmen komutator tersebut.
  5. Aliran arus listrik dari sikat ke segmen komutator ini kemudian mengalir melalui gulungan penggerak (armature winding) rotor motor yang terhubung ke segmen komutator tersebut.
  6. Proses ini terus berlanjut saat segmen komutator bergantian bersentuhan dengan sikat. Arus listrik terputus dan terhubung ke segmen komutator yang berbeda saat komutator dan rotor berputar.
  7. Perubahan arah aliran arus melalui komutator menyebabkan medan magnet di gulungan medan dan gulungan penggerak berinteraksi dengan medan magnet stasioner, menghasilkan gaya yang mendorong rotor untuk terus berputar.
Baca Juga:  Komponen CDI DC: 12 Bagian Dan Fungsi

Fungsi fungsi di atas menjadikan komutator sebagai komponen penting dalam sistem starter motor listrik. Tanpa komutator yang berfungsi dengan baik, motor mungkin tidak dapat beroperasi secara efektif atau bahkan tidak dapat dihidupkan sama sekali.