Apa susunan per daun pada truk? Per daun truk adalah komponen suspensi penting yang dirancang untuk mendukung beban berat, menyerap getaran, dan menjaga kestabilan kendaraan. Dengan susunan beberapa lembar baja lentur yang disusun secara bertingkat, per daun mampu bekerja secara efisien di kondisi berat.
Meskipun memiliki kekurangan dalam hal kenyamanan, keandalannya dalam sektor angkutan berat membuatnya tetap menjadi pilihan utama di dunia transportasi niaga. Komponen ini terkenal karena daya tahannya dalam menopang beban berat dan sering dijumpai pada kendaraan angkut barang. Namun, bagaimana sebenarnya susunan per daun pada truk? Dan apa saja fungsi utamanya?

Apa Itu Per Daun?
Per daun merupakan bagian dari sistem kaki-kaki kendaraan yang berfungsi menyerap guncangan, mirip seperti per keong pada mobil penumpang. Bedanya, per daun terdiri dari lembaran baja tipis berbentuk memanjang dan ditumpuk menjadi satu kesatuan. Karena bentuknya menyerupai daun, maka disebut sebagai leaf spring.
Walaupun mobil penumpang modern telah banyak meninggalkan sistem suspensi ini, per daun sempat sangat populer di era 70-an karena kemampuannya dalam menopang beban besar—baik itu penumpang maupun barang. Kini, teknologi ini masih diandalkan pada kendaraan komersial seperti truk, minibus, dan beberapa SUV berat karena kekuatan dan keandalannya.
Fungsi Per Daun pada Kendaraan
Sebelum membahas susunannya, penting untuk memahami fungsi utama dari per daun. Komponen ini biasanya terdiri dari 3 hingga 10 lembar pelat baja dengan ketebalan 3–6 mm. Lembaran-lembaran ini ditata berlapis, dimulai dari yang paling pendek di bagian bawah hingga yang paling panjang di atas. Semua lembaran diikat menjadi satu menggunakan paku keling atau baut di bagian tengah.
Per daun terpanjang disebut per utama (main spring), dan ujung-ujungnya dibentuk menjadi lingkaran (mata pegas) agar bisa dipasang ke sasis kendaraan. Bentuk elips dari per daun ini didesain agar lebih elastis. Dalam kondisi tanpa beban, lengkungan ini dikenal dengan istilah camber, dan setiap lembaran memiliki lekukan tertentu yang disebut nip.
Beberapa fungsi utama per daun antara lain:
- Menyalurkan beban dan gaya dari sasis ke roda dan rumah axle.
- Menahan dan meredam tekanan kejut saat kendaraan melaju di jalan bergelombang.
- Menjaga kestabilan kendaraan agar tetap melaju lurus dan tidak goyah.
- Menghindari gesekan antar lembaran saat beban berkurang, karena nip yang lebih besar mencegah terbukanya celah antar lembar dan menghindari masuknya kotoran atau pasir.
Per daun bisa disesuaikan kekakuannya jika jumlah lapisan ditambah, maka kemampuan menahan beban pun meningkat.
Susunan Per Daun pada Truk
Pada truk, sistem per daun memiliki susunan khusus yang disesuaikan dengan beban kerja kendaraan. Berikut ini adalah dua komponen utama dalam susunan per daun truk:
1. Per Pembantu (Helper Spring)
Per pembantu adalah lapisan susunan tambahan yang dipasang di atas per daun utama pada truk. Fungsinya adalah membantu meredam beban ekstra saat truk mengangkut muatan melebihi batas standar. Komponen ini mulai bekerja ketika beban berat memberi tekanan lebih pada per utama.
Bentuk per pembantu hampir mirip dengan per utama, namun dimensinya lebih kecil. Kombinasi keduanya memastikan sistem suspensi tetap stabil saat menghadapi tekanan berat.
2. Hollow Spring
Hollow spring adalah susunan per daun truk berupa bantalan karet berlubang di bagian tengah, biasanya dipasang di atas axle, kontrol arm, atau rangka sasis. Ketika truk melewati jalan bergelombang dan hollow spring tertekan, udara dalam lubang akan membantu menyerap benturan. Komponen ini juga bertugas melindungi sasis dari kontak langsung dengan per daun, mengurangi gesekan dan kerusakan.
3. Master Leaf (Daun Induk)
Master leaf adalah susunan daun per truk paling atas sekaligus yang terpanjang dalam susunan per daun. Komponen ini dilengkapi dengan mata daun (eye bolt) di kedua ujungnya yang dihubungkan ke sasis menggunakan bracket dan shackle. Sebagai daun utama, master leaf menanggung beban terbesar dan menjadi fondasi bagi daun-daun lainnya. Terbuat dari baja pegas yang telah melalui proses perlakuan panas, master leaf memiliki bentuk melengkung untuk memberikan daya lentur dan menyerap getaran dari permukaan jalan.
4. Graduated Leaves (Daun Bertingkat)
Di bawah master leaf terdapat beberapa susunan per daun truk tambahan yang disebut graduated leaves. Daun-daun ini tersusun secara bertingkat dari yang paling panjang ke yang paling pendek. Fungsi utama dari graduated leaves adalah menambah kekuatan suspensi, memperluas distribusi tekanan, dan meningkatkan fleksibilitas sistem suspensi secara keseluruhan. Dengan bertambahnya jumlah dan panjang daun, suspensi menjadi lebih mampu menahan beban berat tanpa kehilangan daya lenturnya.
5. Center Bolt
Center bolt adalah baut panjang yang terletak di bagian tengah susunan daun per dan berfungsi untuk menyatukan seluruh daun menjadi satu kesatuan. Selain sebagai pengikat utama, center bolt juga berfungsi sebagai titik pusat pemasangan per daun pada axle (gandar). Tanpa center bolt, tumpukan daun bisa bergeser dan menyebabkan ketidakseimbangan saat truk beroperasi.
6. Clamp atau Clip Leaf
Clamp atau penjepit daun per merupakan komponen logam yang mengikat seluruh tumpukan daun agar tetap berada dalam posisi sejajar. Susunan per daun truk ini mencegah daun-daun menyebar atau bergetar berlebihan saat kendaraan bergerak di medan tidak rata. Selain itu, clamp juga membantu menjaga keheningan sistem dengan mengurangi suara gesekan antar daun.
7. Bracket dan Shackle
Bracket dan shackle adalah dua komponen penghubung antar susun daun per dan rangka kendaraan truk dan lain lain. Susunan per daun truk ini biasanya digunakan untuk mengunci salah satu ujung master leaf secara tetap, sedangkan shackle terpasang di ujung satunya untuk memungkinkan gerakan fleksibel. Saat per daun menekuk karena beban, shackle akan bergerak mengikuti perubahan panjang daun, menjaga kestabilan dan menghindari kerusakan akibat pergeseran paksa.
8. Bushing
Bushing adalah susunan per daun truk berupa bantalan karet atau logam yang dipasang pada mata daun per, berfungsi untuk meredam getaran dan mencegah keausan akibat gesekan antara per dan baut pengikat. Dengan adanya bushing, guncangan yang diterima sistem suspensi tidak langsung diteruskan ke sasis, sehingga kenyamanan berkendara tetap terjaga meskipun truk membawa beban berat.
Cara Kerja Per Daun
Ketika truk melewati jalan yang tidak rata, roda akan mengalami gerakan vertikal (naik-turun). Getaran ini akan diteruskan ke per daun. Karena bentuknya yang melengkung dan sifat fleksibel dari baja pegas, per daun akan melengkung dan menyerap sebagian besar energi dari benturan tersebut. Setelah itu, per daun akan kembali ke posisi semula secara perlahan, membantu meredam guncangan dan menjaga agar kendaraan tetap stabil.
Keunggulan dan Kekurangan Per Daun
Keunggulan:
- Kuat dan tahan lama
- Biaya perawatan rendah
- Mampu menahan beban berat
- Struktur sederhana dan mudah dipasang
Kekurangan:
- Kurang nyaman dibandingkan suspensi modern (seperti per keong atau suspensi udara)
- Bobot lebih berat
- Respons terhadap jalan kurang halus pada kecepatan tinggi
Penutup
Susunan per daun pada truk dirancang khusus untuk memberikan kenyamanan, stabilitas, dan ketahanan saat mengangkut beban berat. Dengan memahami fungsi dan komponennya seperti per pembantu dan hollow spring, kita bisa lebih menghargai pentingnya sistem suspensi ini dalam dunia kendaraan komersial.
Semoga informasi ini bermanfaat dan menambah wawasan Anda tentang teknologi suspensi kendaraan berat.

Join the discussion