Pemeriksaan Injektor Nozzle: Tekanan, Semprotan, dan Kebocoran

pemeriksaan injektor nozzle

Bagaimana cara pemeriksaan injektor nozzle pada mesin diesel? Injektor nozzle merupakan salah satu komponen vital pada sistem bahan bakar mesin diesel yang berperan langsung dalam proses pembakaran. Komponen ini bertugas menyemprotkan bahan bakar solar dalam bentuk kabut halus ke ruang bakar agar dapat bercampur sempurna dengan udara. Kualitas pengabutan yang baik akan menghasilkan pembakaran optimal, tenaga mesin maksimal, serta efisiensi bahan bakar yang lebih baik.

Seiring pemakaian, kinerja injektor nozzle dapat menurun akibat kotoran, keausan, atau perubahan tekanan injeksi. Jika kondisi ini dibiarkan, berbagai masalah dapat muncul seperti mesin sulit hidup, tenaga berkurang, asap hitam berlebihan, hingga konsumsi bahan bakar yang menjadi lebih boros. Oleh karena itu, pemeriksaan injektor nozzle secara berkala sangat penting untuk menjaga performa dan keandalan mesin diesel.

Pemeriksaan injektor nozzle meliputi pengecekan tekanan injeksi, bentuk semprotan bahan bakar, serta potensi kebocoran pada injektor. Dengan melakukan pemeriksaan yang tepat dan sesuai prosedur, kerusakan dapat dideteksi lebih dini sehingga perawatan maupun penyetelan dapat dilakukan sebelum menimbulkan dampak yang lebih serius. Artikel ini akan membahas secara lengkap cara pemeriksaan injektor nozzle pada mesin diesel sebagai panduan perawatan yang praktis dan mudah dipahami.

pemeriksaan injektor nozzle

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Pemeriksaan Injektor Nozzle

Saat melakukan pengujian injektor, jangan pernah mengarahkan semprotan injektor ke bagian tubuh, karena tekanan semprotan sangat tinggi dan dapat menyebabkan bahan bakar masuk ke aliran darah yang berbahaya bagi kesehatan.

Baca Juga:  Kabel Warna Hijau Pada Alternator: 4 Fungsi & Ulasan

Pemeriksaan Injektor Nozzle

Pemeriksaan injektor nozzle terdiri dari:

  1. Pemeriksaan tekanan injektor nozzle

  2. Pemeriksaan bentuk semprotan injektor nozzle

  3. Pemeriksaan kebocoran injektor nozzle

1. Pemeriksaan Tekanan Injektor Nozzle

Pemeriksaan tekanan bertujuan untuk mengetahui besarnya tekanan injeksi yang dihasilkan oleh injektor. Tekanan yang tidak sesuai standar, terutama terlalu rendah, dapat menimbulkan berbagai masalah seperti asap hitam, tenaga mesin menurun, serta konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.

Cara Pemeriksaan Tekanan Injektor Nozzle

  • Siapkan alat pompa injector tester

  • Pastikan solar terisi di dalam bak pompa injector tester

  • Pasang injektor nozzle pada pipa injector tester, dan kendurkan baut sambungan untuk membuang udara

  • Pompa tuas injector tester hingga seluruh udara keluar (bleeding)

  • Kencangkan kembali baut sambungan pipa

  • Pompa tuas injector tester untuk memulai pengujian tekanan

  • Baca nilai tekanan pada pressure gauge

Sebagai acuan:

  • Tekanan injektor baru: 151 – 159 kg/cm²

  • Tekanan injektor lama: 145 – 155 kg/cm²

Untuk nilai yang lebih akurat, selalu mengacu pada buku servis kendaraan.

Jika tekanan injeksi tidak sesuai standar, lakukan penyetelan injektor. Metode penyetelan berbeda-beda tergantung jenis injektor, ada yang menggunakan baut penyetel tekanan dan ada pula yang menggunakan penambahan atau pengurangan shim pada pegas injektor.

2. Pemeriksaan Bentuk Semprotan Injektor Nozzle

Selain tekanan, bentuk semprotan injektor juga sangat memengaruhi kualitas pengabutan bahan bakar di ruang bakar. Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan setelah tekanan injektor dipastikan sudah sesuai standar.

Baca Juga:  Ciri Ciri Bendik Starter Motor Rusak: 10 Gejala & Perbaikan

Cara Pemeriksaan Bentuk Semprotan

  • Pasang injektor nozzle pada injector tester

  • Lakukan bleeding hingga aliran bahan bakar lancar

  • Pompa tuas injector tester dengan interval sekitar 1 detik per pompa selama minimal 15 detik

  • Amati bentuk semprotan dan pola pengabutan yang dihasilkan

Jika semprotan terlihat tidak merata atau pengabutan buruk, lakukan pembersihan injektor. Apabila setelah dibersihkan hasilnya masih tidak optimal, maka injektor nozzle perlu diganti dengan yang baru.

3. Pemeriksaan Kebocoran Injektor Nozzle

Pemeriksaan terakhir adalah mendeteksi adanya kebocoran bahan bakar saat injektor diberi tekanan. Fokus pemeriksaan dilakukan pada seluruh bagian injektor, terutama ujung nozzle dan sambungan pengikat.

Cara Pemeriksaan Kebocoran

  • Pasang injektor nozzle pada injector tester

  • Lakukan bleeding hingga aliran bahan bakar lancar

  • Pompa tuas hingga tekanan mendekati tekanan standar (sekitar 10–20 kg/cm² di bawah standar)

  • Tahan tekanan selama kurang lebih 10 detik

  • Amati apakah terdapat tetesan bahan bakar

Kebocoran biasanya terlihat pada ujung nozzle atau pada sambungan bodi injektor. Jika ditemukan kebocoran, lakukan perbaikan atau ganti injektor nozzle dengan yang baru.

Pembongkaran, Penyetelan, dan Perakitan Injektor Nozzle

1. Pembongkaran Injektor Nozzle

Jika hasil pemeriksaan tidak memuaskan, lepaskan injektor dari tester lalu jepit pada ragum menggunakan alas aluminium agar tidak merusak komponen. Bongkar injektor sesuai urutan komponennya, yaitu:

  • Baut pemegang

  • Shim

  • Pegas

  • Tangkai penggerak

  • Pemisah jarum

  • Jarum dan bodi nozzle

  • Mur pemegang

Baca Juga:  Ciri Ciri Relay Starter Motor Rusak: 11 Gejala, Penyebab, Dan Perbaikan

2. Penyetelan Injektor Nozzle

Langkah penyetelan meliputi:

  • Membersihkan seluruh komponen menggunakan solar

  • Melakukan uji luncur jarum dengan memasukkan jarum ke bodinya; jarum harus meluncur perlahan dengan sendirinya

  • Mengatur tekanan penyemprotan dengan mengubah ketebalan shim

  • Perubahan ketebalan shim sebesar 0,04 mm akan mengubah tekanan sekitar 4 bar

3. Perakitan Injektor Nozzle

  • Rakit kembali injektor dalam kondisi seluruh komponen terendam solar untuk mencegah karat

  • Pastikan kebersihan komponen, jangan sampai ada serat kain atau kotoran masuk

  • Lakukan pemeriksaan ulang tekanan, bentuk semprotan, dan kebocoran injektor

Kesimpulan

Pemeriksaan injektor nozzle merupakan bagian penting dalam perawatan mesin diesel. Dengan melakukan pemeriksaan tekanan, bentuk semprotan, dan kebocoran secara rutin, performa mesin dapat tetap terjaga, konsumsi bahan bakar lebih efisien, serta umur komponen mesin menjadi lebih panjang. Perawatan injektor nozzle yang tepat akan membantu mesin diesel bekerja lebih optimal dan andal dalam jangka panjang.