Fungsi Steering Wheel: 6 Peran Dan Cara Kerja

Fungsi steering wheel atau setir adalah salah satu komponen krusial dalam kendaraan bermotor, terutama mobil. Selain sebagai pengarah roda, setir juga memiliki berbagai fungsi penting yang berkontribusi pada pengalaman mengemudi yang aman dan nyaman.

Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai fungsi steering wheel yang tidak hanya terbatas pada kemampuan untuk mengarahkan kendaraan, tetapi juga memainkan peran penting dalam memberikan umpan balik dan pengaturan perangkat di dalam kendaraan.

Kita juga akan membahas berbagai teknologi terbaru dalam setir, seperti setir yang dapat dikendalikan tanpa sentuhan atau menggabungkan berbagai fungsi pada satu setir. Dengan peningkatan teknologi setir, kendaraan masa depan semakin efisien dan aman bagi pengemudi dan penumpangnya.

Mari kita jelajahi lebih lanjut tentang berbagai fungsi dan teknologi dalam steering wheel, serta bagaimana setir memainkan peran penting dalam pengalaman mengemudi kita sehari-hari.

fungsi steering wheel

Fungsi Steering Wheel

Steering wheel atau setir pada kendaraan bermotor memiliki berbagai fungsi penting, di antaranya:

1. Mengarahkan roda

Fungsi utama steering wheel adalah untuk mengarahkan roda kendaraan ke arah yang diinginkan. Hal ini memungkinkan pengemudi untuk memilih arah yang tepat untuk kendaraan, seperti ketika akan berbelok di persimpangan jalan atau saat menyalip kendaraan lain di jalan raya. Kemampuan untuk mengarahkan roda dengan tepat dan presisi sangat penting dalam menjaga keselamatan pengemudi dan penumpang, serta meminimalkan risiko kecelakaan.

2. Mengontrol kendaraan

Fungsi lain steering wheel juga membantu pengemudi untuk mempertahankan kendali atas kendaraan. Setir dapat mempengaruhi responsifitas dan kestabilan kendaraan, sehingga pengemudi dapat mengatasi situasi darurat dengan lebih mudah. Selain itu, pada kendaraan modern, setir juga dapat berfungsi sebagai alat untuk mengaktifkan fitur keselamatan seperti sistem pengereman darurat atau sistem penghindaran tabrakan.

Baca Juga:  Tombol Wiper Mobil: 5 Jenis Dan Fungsinya

3. Memberikan umpan balik

Umpan balik yang diberikan oleh setir dapat memberikan informasi penting kepada pengemudi tentang kondisi jalan dan keadaan kendaraan. Umpan balik seperti getaran atau suara dapat memberikan peringatan dini tentang situasi yang berpotensi membahayakan, seperti ketika roda tergelincir atau saat terjadi pengapian di mesin.

4. Mengatur perangkat di dalam kendaraan

Pada kendaraan modern, steering wheel memiliki fungsi sebagai alat untuk mengatur berbagai perangkat di dalam kendaraan. Misalnya, pengemudi dapat menggunakan tombol-tombol pada setir untuk mengontrol audio, sistem navigasi, atau bahkan koneksi bluetooth untuk telepon seluler. Hal ini memungkinkan pengemudi untuk tetap fokus pada jalan dan menghindari mengalihkan perhatian saat menyetel perangkat lain di dalam kendaraan.

5. Meningkatkan kenyamanan dan keamanan

Setir yang dirancang dengan ergonomis dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengemudi. Fungsi steering wheel yang mudah dijangkau, mudah dipegang, dan berukuran pas dengan tangan pengemudi dapat mengurangi kelelahan pada tangan dan meminimalkan risiko kecelakaan. Selain itu, setir juga dapat dilengkapi dengan teknologi seperti pemanas atau pendingin, yang membuat pengemudi lebih nyaman saat berkendara.

6. Menambah estetika interior

Selain memiliki fungsi sebagai alat untuk mengarahkan roda, steering wheel juga dapat menambah nilai estetika interior kendaraan. Desain setir yang menarik dan sesuai dengan gaya kendaraan dapat menambah tampilan interior kendaraan dan memberikan kesan premium bagi pengemudi dan penumpang.

Dengan teknologi yang semakin maju, setir pada kendaraan masa kini dilengkapi dengan berbagai fitur seperti kontrol suara, kontrol jarak, dan pengatur suhu, yang semakin meningkatkan fungsionalitas dan kemudahan penggunaannya.

Baca Juga:  Fungsi Slip Ring: 5 Peran Dan Cara Kerja

Macam Macam Steering Wheel

Setelah memahami fungsi steering wheel maka perlu dipahami terkait macam atau jenisnya. Berbagai jenis roda kemudi tersedia di pasaran, di antaranya adalah roda kemudi besar, kecil, dan ellips. Berikut ini adalah beberapa macam-macam setir pada kendaraan bermotor:

1. Roda Kemudi Besar

Roda kemudi besar memiliki ukuran yang lebih besar dari standar, sehingga memberikan kenyamanan dan stabilitas saat mengemudi. Namun, kelemahan dari roda kemudi jenis ini adalah ukurannya yang besar sehingga memakan banyak ruang dan membutuhkan gerakan yang lebih untuk menggerakkannya. Roda kemudi besar umumnya digunakan pada kendaraan besar seperti bus dan truk.

2. Roda Kemudi Kecil

Di sisi lain, roda kemudi kecil memiliki keuntungan karena tidak memakan banyak ruang. Namun, kelemahannya adalah kemudi menjadi lebih berat karena roda kemudi kecil menghasilkan kejadian yang kecil. Namun, masalah ini dapat diatasi dengan teknologi Power Steering yang memudahkan pengemudi. Roda kemudi kecil umumnya digunakan pada mobil penumpang.

3. Elips

Sementara itu, roda kemudi ellips merupakan gabungan dari kedua jenis roda kemudi di atas dan umumnya memberikan keuntungan lebih dibandingkan dengan jenis lainnya. Pilihan roda kemudi yang tepat akan memberikan kenyamanan dan stabilitas saat mengemudi.

Cara Kerja Steering Wheel

Steering wheel atau roda kemudi adalah salah satu bagian penting dalam kendaraan yang memiliki fungsi untuk mengatur arah pergerakan kendaraan. Cara kerja steering wheel tergantung pada jenis sistem kemudi yang digunakan oleh kendaraan. Ada beberapa jenis sistem kemudi yang umum digunakan, yaitu:

Baca Juga:  Komponen CDI DC: 12 Bagian Dan Fungsi

1. Sistem kemudi rack and pinion

Sistem ini menggunakan roda gigi yang disebut pinion yang terhubung dengan kemudi dan merotasikan roda gigi besar yang disebut rack. Gerakan roda kemudi yang dihasilkan kemudian disalurkan melalui shaft steering ke knuckle dan akhirnya ke roda depan untuk mengatur arah kendaraan.

2. Sistem kemudi recirculating ball

Sistem ini menggunakan bola kecil yang bergerak di dalam sebuah jalur melingkar yang disebut raceway. Kemudi diputar, dan bola akan bergerak seiring putaran kemudi untuk menggerakkan tie rod, sehingga memutar roda depan dan mengatur arah kendaraan.

3. Sistem kemudi worm and sector

Sistem ini menggunakan roda gigi cacing (worm gear) yang berputar dan menggerakkan sektor gigi (sector gear) yang disambungkan ke tie rod. Gerakan roda kemudi kemudian diubah menjadi gerakan putar pada roda depan melalui tie rod, sehingga mengatur arah kendaraan.

Cara kerja steering wheel pada setiap jenis sistem kemudi tersebut hampir sama, yaitu ketika roda kemudi diputar oleh pengemudi, gerakan roda kemudi kemudian diubah menjadi gerakan putar pada tie rod yang menghubungkan steering gear dengan roda depan. Gerakan putar ini kemudian menggerakkan roda depan dan mengatur arah kendaraan.

Selain itu, ada juga teknologi Power Steering yang mempermudah pengemudi dalam menggerakkan roda kemudi dengan bantuan motor listrik yang mengurangi hambatan dalam menggerakkan roda kemudi. Untuk lebih jauh harus dipahami kaitannya fungsi steering wheel, macam, dan cara kerja nya.