Pemeriksaan Pull In Coil: 3 Cara Dan Ulasan

3 Cara Pemeriksaan Pull In Coil – Pemeriksaan pull-in coil pada motor starter merupakan salah satu tahap penting dalam proses pengujian motor starter. Motor starter adalah sebuah alat yang digunakan untuk menghidupkan motor listrik dengan mengontrol aliran listrik ke motor. Dalam motor starter, pull-in coil berfungsi sebagai penggerak utama dalam menarik kontak-kontak relai sehingga arus listrik dapat mengalir ke motor.

Pemeriksaan pull-in coil biasanya dilakukan untuk memastikan bahwa motor starter berfungsi dengan baik dan dapat menghidupkan motor listrik dengan benar. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kinerja pull-in coil meliputi suhu lingkungan, kelembaban, dan usia dari komponen.

Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk melakukan pemeriksaan pull-in coil, termasuk pengukuran resistansi, pengukuran tegangan, dan pengamatan visual. Setelah dilakukan pemeriksaan, apabila terdapat masalah pada pull-in coil, maka dapat dilakukan perbaikan atau penggantian komponen yang rusak.

Dengan melakukan pemeriksaan pull-in coil secara berkala, maka dapat memastikan bahwa motor starter berfungsi dengan baik dan dapat memperpanjang umur dari motor starter itu sendiri.

Pemeriksaan Pull In Coil

Cara pemeriksaan pull in coil adalah dengan mengecek kemagnetan yang dihasilkan oleh kumparan. Dalam proses pemeriksaan motor starter, terdapat pemeriksaan switch magnetic, pull in coil, hold in coil, dan kembalinya plunyer. Untuk pengecekan pull in coil, dapat dilakukan dengan baterai atau dengan multimeter.

Pull in coil adalah gulungan penarik yang ada di motor starter. Berikut adalah cara pemeriksaannya:

1. Dengan menggunakan baterai

Pertama-tama, lepaskan mur pada terminal C motor starter dan kabel yang terhubung ke terminal C. Selanjutnya, sambungkan magnetic switch dengan baterai seperti pada gambar berikut:

Sisi negatif baterai disambungkan dengan body motor starter dan terminal C, sedangkan sisi positif (+) baterai disambungkan ke terminal 50. Jangan lupa untuk melepaskan kabel yang menyambungkan terminal C dengan komponen armature.

pemeriksaan pull in coil

Jika pinion bergerak ke luar, itu artinya pull in coil masih dalam kondisi baik. Namun, jika pinion tidak bergerak keluar, kemungkinan pull in coil rusak. Tujuan dari pemeriksaan ini adalah untuk memeriksa apakah pull-in coil dapat bekerja dengan baik atau tidak. Berikut adalah cara pemeriksaan pull in coil dengan baterai:

  1. Sambungkan kabel terminal 50 dengan positif baterai
  2. Sambungkan kabel terminal C dan bodi secara bersamaan
  3. Pada kondisi ini, roda gigi pinion dan plunyer maju ke depan yang disebut sebagai pull in coil
  4. Kemudian lepaskan kabel yang menyambungkan terminal C
  5. Pada kondisi ini, roda gigi pinion dan plunyer harus tetap terjaga. Jika pinion masih tetap, itu artinya hold in coil baik.
  6. Terakhir, lepaskan kabel yang menyambungkan bodi atau massa dan pastikan pinion dan plunyer dalam kondisi baik.

2. Dengan menggunakan ohmmeter

Pengetesan pull in coil dapat dilakukan menggunakan multimeter. Setel multimeter pada mode ohm. Selanjutnya, lakukan pengukuran pada terminal 50 dan terminal C. Jarum pada multimeter harus bergerak, itu artinya pull in coil dalam kondisi baik.

pemeriksaan pull in coil

3. Secara visual

Pemeriksaan pull in coil juga dapat dilakukan secara visual dengan melihat kondisi luar. Apabila ada retak dan bekas terbakar maka kemungkinan besar lilitan pull in coil mengalami kerusakan.

Diatas merupakan ulasan bagaimana cara pemeriksaan pull in coil pada motor starter. Semoga dapat menambah wawasan pengetahuan.